Cabang Kano
[SEA Games 2011] Emas Pertama Indonesia dari Kano
11 November jam 10:26
Atlet dayung, Eka Oktavianus, berhasil memberikan emas pertama untuk Indonesia pada SEA Games 2011. Eka menjuarai lomba kano pada nomor 1.000m C1 Man Final, Jumat 11 November 2011.
Bertanding di venue dayung Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Eka sempat tertinggal dari pesaingnya asal Myanmar, Whin Htike.
Meski demikian, perlahan tapi pasti, Eka terus menyusul hingga pada akhirnya finish di peringkat pertama. Seusai lomba, Eka tampak begitu bahagia. Namun, ia belum bisa mengungkapkan perasaanya kepada wartawan karena harus kembali ke garis start lagi.
Ia akan berlomba sekali lagi bersama rekannya, Anwar Tarra, dalam nomor 1.000 C2 Man Final.
Sementara itu pada lomba pertama hari ini, yakni nomor 1000 K1 Man Final, pedayung Thailand, Wichan Jaitieng, berhasil mendapatkan emas pertama SEA Games 2011. (umi)
Atlet dayung, Eka Oktavianus, berhasil memberikan emas pertama untuk Indonesia pada SEA Games 2011. Eka menjuarai lomba kano pada nomor 1.000m C1 Man Final, Jumat 11 November 2011.
Bertanding di venue dayung Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Eka sempat tertinggal dari pesaingnya asal Myanmar, Whin Htike.
Meski demikian, perlahan tapi pasti, Eka terus menyusul hingga pada akhirnya finish di peringkat pertama. Seusai lomba, Eka tampak begitu bahagia. Namun, ia belum bisa mengungkapkan perasaanya kepada wartawan karena harus kembali ke garis start lagi.
Ia akan berlomba sekali lagi bersama rekannya, Anwar Tarra, dalam nomor 1.000 C2 Man Final.
Sementara itu pada lomba pertama hari ini, yakni nomor 1000 K1 Man Final, pedayung Thailand, Wichan Jaitieng, berhasil mendapatkan emas pertama SEA Games 2011. (umi)
Kano Sumbang Dua Emas
Jum'at, 11 November 2011 10:58 wib
KARAWANG - Indonesia kembali mendapatkan emas lewat cabang olahraga Kano, yang dipertandingkan pada hari ini. Ini adalah medali emas kedua buat Merah Putih.
Dalam pertandingan final yang berlangsung di Karawang, Jumat (11/11/2011) siang WIB, adalah pasangan Eka Octarorianus/Anwar Tarra, berhasil mempersembahkan medali emas kedua buat Indonesia.
Pasangan Eka/Anwar yang turun di cabang olahraga Kano nomor 1000 meter double man, berhasil mengalahkan Myanmar (Win Htike/Ye Aung Soe) dan Thailand ((Phanudet Phetmika/Thammarat Phaophandee).
Dengan demikian, maka Indonesia berhasil mendapatkan dua medali emas dari cabang olahraga Kano. Sayang, emas ketiga gagal didapatkan oleh Merah Putih dari cabang olahraga Kayak, yang juga dipertandingkan hari ini.
Indonesia yang menurunkan pasangan Ajurahman/Jaslin, harus mengakui pasangan Thailand, Piyaphan Phaphat/Nathaworn Waenphrom dan Brandon Ooi/Daniel Ang dari Singapura, harus puas mendapatkan medali perunggu.
Hasilnya, untuk sementara ini, Indonesia dan Thailand sama-sama mengumpulkan dua medali emas dari hari pertama ajang SEA Games 2011.
Dalam pertandingan final yang berlangsung di Karawang, Jumat (11/11/2011) siang WIB, adalah pasangan Eka Octarorianus/Anwar Tarra, berhasil mempersembahkan medali emas kedua buat Indonesia.
Pasangan Eka/Anwar yang turun di cabang olahraga Kano nomor 1000 meter double man, berhasil mengalahkan Myanmar (Win Htike/Ye Aung Soe) dan Thailand ((Phanudet Phetmika/Thammarat Phaophandee).
Dengan demikian, maka Indonesia berhasil mendapatkan dua medali emas dari cabang olahraga Kano. Sayang, emas ketiga gagal didapatkan oleh Merah Putih dari cabang olahraga Kayak, yang juga dipertandingkan hari ini.
Indonesia yang menurunkan pasangan Ajurahman/Jaslin, harus mengakui pasangan Thailand, Piyaphan Phaphat/Nathaworn Waenphrom dan Brandon Ooi/Daniel Ang dari Singapura, harus puas mendapatkan medali perunggu.
Hasilnya, untuk sementara ini, Indonesia dan Thailand sama-sama mengumpulkan dua medali emas dari hari pertama ajang SEA Games 2011.
Cabang Renang
Renang Hanya Sumbang Satu Emas
- Renang hanya mampu menyumbang satu emas di ajang SEA Games 2011 hari ini, Senin 14 November 2011. Satu-satunya emas datang dari I Gede Siman Sudartawa dari nomor 200 meter gaya punggung.
Renang Sumbang Dua Emas
Cabang renang berhasil menyumbang dua emas bagi Indonesia pada hari ketiga SEA Games 2011, Minggu, 13 November 2011. Sumbangan emas tersebut datang dari Yessy Yosaputra dan Indra Gunawan.
Yessy menyumbang medali emas setelah menjadi yang terbaik pada nomor 200 meter gaya punggung. Atlet asal Bandung ini mencatatkan waktu 2 menit 25,73 detik pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang.
Medali perak diraih wakil asal Filipina, Dorothy Grace, dengan catatan waktu 2 menit 17,32 detik. Perunggu menjadi milik Tao Li dari Singapura dengan waktu 2 menit 17,72 detik.
Sukses Indonesia di cabang renang berlanjut di nomor 50 meter gaya dada. Adalah Indra Gunawan yang menjadi terbaik di nomor tersebut dengan catatan waktu 28,25 detik.
Ng Jia Hao dari Singapura merebut medali perak dengan catatan waktu dengan 28,66 detik. Atlet Indonesia, Nicko Ricardo, berhasil meraih podium terakhir di nomor ini dengan catatan waktu 28,85 detik. (umi)
Yessy menyumbang medali emas setelah menjadi yang terbaik pada nomor 200 meter gaya punggung. Atlet asal Bandung ini mencatatkan waktu 2 menit 25,73 detik pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang.
Medali perak diraih wakil asal Filipina, Dorothy Grace, dengan catatan waktu 2 menit 17,32 detik. Perunggu menjadi milik Tao Li dari Singapura dengan waktu 2 menit 17,72 detik.
Sukses Indonesia di cabang renang berlanjut di nomor 50 meter gaya dada. Adalah Indra Gunawan yang menjadi terbaik di nomor tersebut dengan catatan waktu 28,25 detik.
Ng Jia Hao dari Singapura merebut medali perak dengan catatan waktu dengan 28,66 detik. Atlet Indonesia, Nicko Ricardo, berhasil meraih podium terakhir di nomor ini dengan catatan waktu 28,85 detik. (umi)
Cabang Atletik
Pelari Indonesia Rebut Emas 100 Meter Putri 12 november 2011
Sempat terjadi kebingungan antara kedua pelari. Namun, setelah sekitar lima menit, pihak panitia memutuskan Serafi sebagai pemenang karena melewati garis finish lebih dulu. Medali perunggu direbut atlet Vietnam, Vu Thi Huong, dengan catatan waktu 11,73 detik.
"Bukti foto finish yang membuktikan dia lebih dulu melewati garis finish," ujar Ketua Pelaksana Cabang Atletik, Sri Hastuti Merdiko usai lomba.
Serafi sendiri menanggapi kemenangannya dengan penuh syukur. "Tuhan memang bekerja dengan cara yang luar biasa. Medali emas ini saya tunjukkan untuk keluarga saya," tutur Serafi. (art)
"Bukti foto finish yang membuktikan dia lebih dulu melewati garis finish," ujar Ketua Pelaksana Cabang Atletik, Sri Hastuti Merdiko usai lomba.
Serafi sendiri menanggapi kemenangannya dengan penuh syukur. "Tuhan memang bekerja dengan cara yang luar biasa. Medali emas ini saya tunjukkan untuk keluarga saya," tutur Serafi. (art)
Atletik: Rini Budiarti Tambah Koleksi Emas Indonesia13-Nov-2011
Atlet putri nasional Rini Budiarti menambah koleksi emas tim Indonesia dengan memenangi lomba 3.000m halang rintang (steeplechase) putri, Sabtu.
Rini mencatat waktu terbaik 10 menit 0,58 detik di Stadion Atletik Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang untuk mengalahkan para pesaingnya.
Medali perak diraih atlet Vietnam Nguyen Thi Phuong yang mencatat waktu 10:04,42 sedangkan medali perunggu diperoleh atlet Indonesia lainnya, Yulianingsih yang membukukan waktu 10:48,97.
Sebelumnya, atletik telah menyumbang tiga medali emas melalui nomor lari 100m putra yang diraih Franklin Ramses Buruni dan 100m putri dari Serafi Anelis Unani serta nomor lari 10.000m putri yang diperoleh Trianingsih. (ant/row)
Franklin Lanjutkan Tradisi Emas 100 Putra 12 november 2011
Pelari Indonesia, Franklin Ramses Buruni sukses merebut emas nomor 100 meter putra. Prestasi yang sama juga diraih oleh pelari putri, Rini Budiarti yang berhasil merebut emas dari nomor halang rintang 3.000 meter .
Franklin tampil perkasa di final yang digelar di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Sabtu, 12 September 2011. Pelari asal Papua itu finish pertama dengan catatan waktu 10,37 detik. Posisi kedua ditempati oleh pelari Singapura, Yeo Foo dengan catatan 10,46 detik. Sementara itu, tempat ketiga direbut pelari Thailand, Sondee Wachara, dengan 10,47 detik.
Sukses yang diraih Franklin terbilang luar biasa. Sebab, beban berat harus dihadapi pelari kelahiran Papua, 14 Mei 1991 itu menyusul absennya Suryo Agung Wibowo yang merajai nomor 100 meter putra dalam dua SEA Games sebelumnya.
Franklin tampil perkasa di final yang digelar di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Sabtu, 12 September 2011. Pelari asal Papua itu finish pertama dengan catatan waktu 10,37 detik. Posisi kedua ditempati oleh pelari Singapura, Yeo Foo dengan catatan 10,46 detik. Sementara itu, tempat ketiga direbut pelari Thailand, Sondee Wachara, dengan 10,47 detik.
Sukses yang diraih Franklin terbilang luar biasa. Sebab, beban berat harus dihadapi pelari kelahiran Papua, 14 Mei 1991 itu menyusul absennya Suryo Agung Wibowo yang merajai nomor 100 meter putra dalam dua SEA Games sebelumnya.
Atletik: Trianingsih Pertahankan Emas 10.000 Meter 13-nov-11
Pelari jarak jauh Trianingsih mempertahankan medali emas nomor lari 10.000m setelah mencapai garis akhir pertama dengan catatan waktu 34 menit 52, 74 detik di Stadion Atletik Jakabaring Palembang, Sabtu.
Untuk ketiga kalinya Trianingsih meraih medali emas 10.000m setelah sebelumnya juga meraih emas pada SEA Games 2007 Thailand dan 2009 di Laos.
Sprinter Serafi Anelis Unani juga berhasil meraih medali emas pada nomor lari 100m dengan catatan waktu 11,69 detik.
Medali emas nomor 100m putra juga menjadi milik Indonesia setelah Franklin Ramses Buruni juga membukukan catatan waktu terbaik 10,37 detik.
Tempat kedua dan ketiga nomor 10.000m putri berturut-turut ditempati atlet Vietnam Pham Thi Binh dengan waktu 36:04,83 dan Pham Thi Hien (36:16,84).
Sementara medali perak 100m putri diraih Nongnuch Sanrat dari Thailand yang membukukan waktu 11,69 detik, catatan waktu yang sama dengan Serafi.
"Foto finish yang membuktikan Serafi mencapai garis akhir lebih dulu," ujar ketua panitia pelaksana cabang atletik SEA Games Sri Hastuti Merdiko.
Sedangkan perunggu diperoleh Vu Thi Huong dari Vietnam dengan catatan waktu 11,73 detik.
Medali perak 100m putra diraih Ee Yeo Foo dari Singapura (10,46) sedangkan perunggu diraih Wachara Sondee dari Thailand (10,47).
Disamping itu, Indonesia juga meraih medali perak dari nomor lontar martil putri setelah Rose Herlinda Inggriana menempati urutan kedua dengan jauh lemparan 51,95m.
Tempat pertama dihuni atlet Malaysia Tan Song Hwa (55,15m) yang berhak atas medali emas, sedangkan medali perunggu diraih Loralie Semona dari Filipina dengan lontaran sejauh 49,69m. (ant/row)
Atletik Kembali Sumbang Emas Bagi Indonesia 13-nov-11
Indonesia kembali menambah emas dari cabang atletik. Pelari putra yang turun di nomor 400 meter dan 1500 meter berhasil finish pertama pada final Stadion Atletik, Jakabaring, Palembang, Minggu, 13 November 2011.
Pada nomor 400 meter, Heru Astriyanto finish dengan catatan waktu 47,53 detik. Sedangkan perak diraih pelari Filipina, Bagsit Archand, dengan catatan waktu 47,71 detik. Indonesia juga meraih perunggu lewat Yacobus Leuwol yang finish di posisi ketiga dengan catatan waktu 47,97 detik.
Heru mengaku tidak menyangka bisa merebut emas. Sebab dia hanya ditargetkan meraih perak pada SEA Games 2011. Namun, Heru menilai kurang puas dengan catatan waktunya.
"Lawan terberat saya sebenarnya dari Thailand, tapi dia tidak turun tahun ini. Catatan terbaik saya di SEA Games lalu adalah 47,35 detik. Emas ini untuk orangtua saya yang ada di tribun," papar Heru usai pertandingan.
Sukses Indonesia pada hari ketiga SEA Games 2011 dilengkapi dari nomor 1.500 meter putra. Pelari Indonesia, Ridwan, sukses menjuarainya dengan catatan waktu 3 menit 47,63 detik.
Ridwan menang tipis atas atlet Filipina, Mervin M Guarte, dengan catatan waktu 3 menit 47,65 detik. Sedangkan medali perunggu diraih atlet Malaysia, Mohd Jironi Riduan, dengan 3 menit 49,27 detik. (umi)
Agus Sukses Pertahankan Emas Lari 10 km 13-nov-11
Atletik kembali menyumbang medali emas. Kali ini giliran pelari Agus Prayogo yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih setelah menjuarai 10 ribu meter putra di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Minggu 13 November 2011.
Agus tampil impresif sejak lap pertama. Anggota Secapa TNI AD tersebut terus mempertahankan posisi terdepan hingga akhir lomba dengan catatan waktu 30 menit 10,43 detik.
Medali perak diraih pelari Indonesia lainnya, Jauhari Johan dengan 30 menit 43,62 detik. Sedangkan perunggu diraih pelari asal Vietnam, Nguyen Van Lai, dengan 31 menit 22,20 detik.
Sukses ini membuat Agus mempertahankan gelar 10 ribu meter putra. Sebelumnya di SEA Games 2009, atlet yang masuk TNI AD sejak 2008 tersebut juga sukses merebut medali emas.
Sayang, sukses yang diraih Agus tidak diikuti Rio Maholtra dari nomor 110 meter loncat gawang putra. Rio hanya mampu menduduki posisi buncit dari delapan pelari dengan catatan waktu 15 detik. (umi)
Triyaningsih-Franklin Kembali Rebut Emas14-nov-11
Pelari jarak jauh putri Triyaningsih dan sprinter Franklin Ramses Burumi kembali menyumbang medali emas bagi Indonesia dari cabang atletik, Senin 14 November 2011.
Setelah sukses meraih medali emas pada nomor 10.000 meter putri, Triyaningsih kembali mengibarkan bendera Merah Putih. Kali ini, pelari kelahiran 15 Mei 1987 tersebut merebut medali emas dari nomor 5.000 meter putri.
Namun, Triyaningsih mendapatkan tantangan tak ringan untuk meraih emas di nomor 5.000 meter dari pelari asal Myanmar, Thet Phyu War. Triyaningsih bahkan sempat disalip di awal lomba, sebelum akhirnya kembali unggul.
Phyu War terus menekan Triyaningsih sepanjang lomba. Namun, Triyaningsih akhirnya memastikan kemenangan pada nomor 5.000 meter dengan catatan waktu 16 menit 06,37 detik.
Phyu War tertinggal 6 detik dari Triyaningsih dengan catatan waktu 16 menit 12,23 detik. Perunggu menjadi milik pelari Indonesia lainnya, Rini Budiarti, dengan catatan waktu 16 menit 31,85.
Sukses Indonesia berlanjut ke nomor 200 meter putra. Franklin Ramses Burumi kembali menyumbang emas bagi Indonesia setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 20,93 detik. Duo Thailand, Chimdee Suppachai dan Suwannarangsri Sarr, merebut medali perak dan perunggu.
"Lawan terberat saya dari Thailand itu. Saya sangat puas dengan catatan waktu saya di sini, karena ini lebih baik dari catatan waktu saya sebelumnya yakni 21,27. Puji Tuhan saya bisa kembali menyumbang emas," ujar Ramses usai pertandingan.
Ini adalah emas kedua yang dipersembahkan Ramses bagi Indonesia, setelah sebelumnya merebut medali emas dari nomor 100 meter putra.
Cabang Loncat indah
Duet Peloncat Indah Putri Sumbang Perak13-nov-11
Pasangan loncat indah Indonesia, Natalia Dinda/Dwi Setyaningsih, gagal merebut emas pada nomor sinkronisasi papan 3 m di Stadion Akuatik, Jakabaring, Minggu, 13 November 2011. Keduanya harus puas dengan medali perak setelah gagal mengejar perolehan poin wakil Malaysia, Leong Mun Yee/Ng Yan Yee.
Pasangan peloncat dari Negeri Jiran itu merebut total 296,10 poin. Sedangkan Natalia/Dwi hanya mengkoleksi 250,20 poin. Medali perunggu direbut oleh pasangan Filipina, Shila Mae Perez/Ceseil S Domenios, dengan total 243,12 poin.
Penampilan kurang impresif Natalia/Dwi sudah tampak pada loncatan pertama hingga ketiga. Mereka berada di posisi keempat dari empat pasangan yang bertanding.
Di usaha keempat, Natalia/Dwi sukses mendongkrak posisi hingga ke urutan kedua setelah melakukan gerakan 2,5 salto. Namun, usaha ini belum mampu mengejar perolehan poin pasangan Malaysia yang akhirnya tampil sebagai juara.
Pasangan peloncat dari Negeri Jiran itu merebut total 296,10 poin. Sedangkan Natalia/Dwi hanya mengkoleksi 250,20 poin. Medali perunggu direbut oleh pasangan Filipina, Shila Mae Perez/Ceseil S Domenios, dengan total 243,12 poin.
Penampilan kurang impresif Natalia/Dwi sudah tampak pada loncatan pertama hingga ketiga. Mereka berada di posisi keempat dari empat pasangan yang bertanding.
Di usaha keempat, Natalia/Dwi sukses mendongkrak posisi hingga ke urutan kedua setelah melakukan gerakan 2,5 salto. Namun, usaha ini belum mampu mengejar perolehan poin pasangan Malaysia yang akhirnya tampil sebagai juara.
Bersama Pasangan Baru, Nasrullah Rebut Emas13-nov-11
Pasangan Muhammad Nasrullah/Luthfi Niko Abdill berhasil mempersembahkan medali emas pertama dari cabang loncat indah bagi Indonesia.
Tampil pada nomor sinkronisasi 10 meter menara di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, Minggu 13 November 2011, Nasrullah/Luthfi berhasil merebut medali emas setelah mengoleksi poin tertinggi dengan total 378,12.
Nasrullah/Luthfi berhasil mengalahkan wakil Filipina, Jaime Asok Villame/Rexel Ryan Fabriga, yang mengumpulkan 344,51 poin. Medali perunggu menjadi milik pasangan Thailand, Theerapat Siriboon/Satit Tommaoros, dengan total poin 260,54.
Ini menjadi emas kedua beruntun Nasrullah di ajang SEA Games, setelah sebelumnya di SEA Games 2009 berhasil menyabet emas dari nomor yang sama. Namun, saat itu Nasrullah berpasangan dengan atlet senior Husaini Noor. (umi)
Tampil pada nomor sinkronisasi 10 meter menara di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, Minggu 13 November 2011, Nasrullah/Luthfi berhasil merebut medali emas setelah mengoleksi poin tertinggi dengan total 378,12.
Nasrullah/Luthfi berhasil mengalahkan wakil Filipina, Jaime Asok Villame/Rexel Ryan Fabriga, yang mengumpulkan 344,51 poin. Medali perunggu menjadi milik pasangan Thailand, Theerapat Siriboon/Satit Tommaoros, dengan total poin 260,54.
Ini menjadi emas kedua beruntun Nasrullah di ajang SEA Games, setelah sebelumnya di SEA Games 2009 berhasil menyabet emas dari nomor yang sama. Namun, saat itu Nasrullah berpasangan dengan atlet senior Husaini Noor. (umi)
Cabang karate
karateka Tantri Hanya Mampu Rebut Perak
Bertanding di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Tantri menyerah 0-4 dari karateka Vietnam, Tran Hoang Yen Phuong dan harus harus puas dengan medali perak.
Di kelas under 61 kg, Tantri justru bernasib lebih sial. Langkahnya kandas di semifinal setelah kalah WO atas karateka Laos, Lokhampahn. Tantri tak bisa melanjutkan pertarungan saat dirinya masih tertinggal 0-1 dari lawan.
Kegagalan juga dialami karateka Ragananda Imam Tauhid yang turun di Kumite putra -55 kg. Ragananda kalah atas karateka Vietnam Qoung Phuc, dengan skor hukuman 0-8 akibat empat kali mendorong lawannya. (umi)
Di kelas under 61 kg, Tantri justru bernasib lebih sial. Langkahnya kandas di semifinal setelah kalah WO atas karateka Laos, Lokhampahn. Tantri tak bisa melanjutkan pertarungan saat dirinya masih tertinggal 0-1 dari lawan.
Kegagalan juga dialami karateka Ragananda Imam Tauhid yang turun di Kumite putra -55 kg. Ragananda kalah atas karateka Vietnam Qoung Phuc, dengan skor hukuman 0-8 akibat empat kali mendorong lawannya. (umi)
Karate Tambah Satu Emas Lagi
Kontingen Karate Indonesia kembali berhasil menambah satu medali emas di nomor Kumite beregu putra. Dengan tambahan satu emas ini, secara keseluruhan kontingen Indonesia telah meraih 9 emas dari cabang olahraga Karate.
Tambahan satu medali emas tersebut disumbangkan Umar Syarif dan kawan-kawan usai menekuk tim Filipina di babak final yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin 14 November 2011, dengan skor telak 3-0. Kontingen Indonesia juga masih berpeluang mendapatkan satu emas terakhir di nomor Kumite beregu putri yang masih berlangsung.
Di babak final, kontingen putra Indonesia yang terdiri dari Umar Syarif, Christo Mondolu, Hendro Salim, Jintar Simanjuntak, Donny Darmawan dan Yulizar Usia Motuty tampil penuh percaya diri dan mampu menumbangkan lawan-lawannya dengan mudah.
Hendro Salim yang pertama turun melawan Ronnel Balingit, menang dengan perolehan angka 8-0. Pada laga kedua, Jintar Simanjuntak yang menghadapi Rexor Romaqui juga mampu mengatasi lawannya dengan skor 6-1.
Christo Mondulu yang kemarin gagal menyabet emas nomor individu akhirnya memastikan kemenangan Indonesia setelah mengalahkan Ramon Franco dengan 6-0. Filipina pun harus puas mendapatkan medali perak atas kekalahan 0-3 tersebut.
"Kami sudah yakin akan menang. Kami sudah berlatih keras sejak Januari lalu, dan saat tampil kami juga makin percaya diri. Saya kira kemenangan ini bukan lantaran menjadi tuan rumah semata. Ini karena karateka kami memang punya level," ujar Umar Syarif usai digelarnya pertandingan. (eh)
Tambahan satu medali emas tersebut disumbangkan Umar Syarif dan kawan-kawan usai menekuk tim Filipina di babak final yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin 14 November 2011, dengan skor telak 3-0. Kontingen Indonesia juga masih berpeluang mendapatkan satu emas terakhir di nomor Kumite beregu putri yang masih berlangsung.
Di babak final, kontingen putra Indonesia yang terdiri dari Umar Syarif, Christo Mondolu, Hendro Salim, Jintar Simanjuntak, Donny Darmawan dan Yulizar Usia Motuty tampil penuh percaya diri dan mampu menumbangkan lawan-lawannya dengan mudah.
Hendro Salim yang pertama turun melawan Ronnel Balingit, menang dengan perolehan angka 8-0. Pada laga kedua, Jintar Simanjuntak yang menghadapi Rexor Romaqui juga mampu mengatasi lawannya dengan skor 6-1.
Christo Mondulu yang kemarin gagal menyabet emas nomor individu akhirnya memastikan kemenangan Indonesia setelah mengalahkan Ramon Franco dengan 6-0. Filipina pun harus puas mendapatkan medali perak atas kekalahan 0-3 tersebut.
"Kami sudah yakin akan menang. Kami sudah berlatih keras sejak Januari lalu, dan saat tampil kami juga makin percaya diri. Saya kira kemenangan ini bukan lantaran menjadi tuan rumah semata. Ini karena karateka kami memang punya level," ujar Umar Syarif usai digelarnya pertandingan. (eh)
Cabang Sepatu roda
Sepatu Roda: Dua Medali Emas Berhasil Disabet
Indonesia menambah dua medali emas dari cabang olahraga sepatu roda putra dan putri untuk nomor 5.000 meter SEA Games XXVI 2011 di komplek olahraga Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (12/11).
Di nomor 5000 meter putri, medali emas diraih Ajeng Anindia dengan poin 19. Sementara medali emas cabang sepatu roda putra nomor 5000 meter juga diraih atlet Indonesia yakni Oki Adriyanto dengan poin 13.
Sementara untuk medali perak cabang olahraga sepatu roda, nomor 5000 meter putri juga diraih Indonesia melalui atlet Latifa Hikmawati dengan poin 13.
Sedangkan medali perunggu putri nomor 5.000 meter diraih atlet Singapura melalui Jian Man Carmen dengan poin 6.
Untuk medali perak cabang olahraga sepatu roda putra nomor 5000 meter putra diraih atlet Indonesia yakni M Arif Rahman dengan poin 7 dan perunggu diperoleh Chiang Daryl Chan dengan poin 2.
Cabang olahraga sepatu roda putra nomor 5000 meter itu diikuti sebanyak 10 atlet dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Pertandingan sepatu roda di komplek olahraga Jakabaring Palembang itu hanya dimeriahkan puluhan penonton, umumnya ofisial masing-masing tim.
Sementara babak kualifikasi untuk trek 300 meter putra dan putri, cabang olahraga sepatu roda akan dipertandingkan pada petang hari Sabtu (12/11).
Nomor putra trek 300 meter diikuti delapan atlet dari lima negara yakni Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapura dan Malaysia. Sementara putri diikuti tiga negara yakni Indonesia, Singapura dan Malaysia.
Sepatu Roda INA Kembali Sapu Bersih Emas
Tim sepatu roda Indonesia kembali menyapu bersih emas pada hari ketiga SEA Games 2011. Dua emas terakhir didapat dari nomor 3.000 meter estafet putra dan putri.
Tim sepatu roda Indonesia tidak henti-hentinya menyumbang emas. Di hari ketiga SEA Games 2011 ini, Allan Chandra dan kawan-kawan kembali menyapu bersih empat emas yang dipertandingkan hari ini, Minggu 13 November 2011.
Indonesia memastikan emas ketiga hari ini dari nomor 3.000 meter estafet putri. Trio Della Olivia, Anindya Wening Melati dan Latifa Hikmawati menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 5 menit 9,155 detik dan berhak meraih emas.
Medali perak jatuh ke tangan tim Singapura, yang mengandalkan Rui Jun Rebecca Chew, Wei Wei Emily Kwek dan Jia Man Carmen Goh dengan catatan waktu 5 menit 28,361 detik. Sedangkan perunggu jadi milik tim Malaysia yang diwakili Akidah Aziah Ramly, Yi Zhao Lai dan Carlyle Lim (6 menit 0,3 detik).
Sukses Indonesia berlanjut di nomor 3.000 meter estafet putra. Mengandalkan Allan Chandra, Norman Faisal, Evan Christian, Indonesia menyabet emas kedelapannya dari cabang sepatu roda dengan catatan waktu 4 menit 32,073 detik.
Di awal balapan, Evan yang sempat tertinggal dari atlet Thailand. Namun, hanya dibutuhkan satu lap bagi atlet Indonesia untuk mengambilalih pimpinan. Keunggulan tim Indonesia akhirnya tidak terbendung hingga garis finish.
"Curi start dalam pertandingan memang biasa, tapi kami tidak kehilangan fokus. Kami optimistis bisa menyalip atlet Thailand tadi," ujar Evan usai pertandingan.
Dengan hasil ini, tim sepatu roda sudah mengoleksi delapan emas dari 12 emas yang akan diperebutkan. Jumlah ini telah melebihi target yang mereka harus capai, yakni enam medali emas. (umi)
2 Emas Lagi, Sepatu Roda Sempurna
Cabang sepatu roda mendekati sempurna di ajang SEA Games 2011 menyusul dua tambahan emas dari nomor 500 meter putra dan putri road race, Senin 14 November 2011.
Emas kesembilan cabang sepatu roda datang dari atlet putri, Della Olivia yang menguasai nomor 500 meter putri. Della sukses menyabet emas dengan catatan waktu 48,996 detik.
Medali perak juga menjadi milik Indonesia melalui Anggi Rahmadini dengan catatan waktu 49,116 detik. Sedangkan perunggu direbut atlet asal Singapura, Wei Wei Emily Kwek yang menorehkan waktu 58,396.
Sukses berlanjut di nomor 500 meter putra. Kali ini giliran Stevanus Wihardja yang menyumbang emas bagi Indonesia dengan catatan waktu terbaik 42,054 detik. Medali perak direbut atlet Indonesia lainnya, Zarki Rosa dengan catatan waktu 42,224. Wakil Thailand, Chutiporn Nakarungsu menyabet medali perunggu setelah menorehkan waktu 42,342.
"Kami senang bisa melebihi target emas. Sekarang tinggal dua medali lagi, dan kami ingin sapu bersih medali emas nanti sore," ujar Della usai pertandingan.
Hingga saat ini cabang sepatu roda sukses menyumbang 10 emas dari 12 emas yang diperebutkan. Setelah memastikan juara umum, Indonesia berpeluang sapu bersih emas di cabang ini. Sore nanti akan diperebutkan dua emas terakhir pada nomor 10.000 meter road race.
Emas kesembilan cabang sepatu roda datang dari atlet putri, Della Olivia yang menguasai nomor 500 meter putri. Della sukses menyabet emas dengan catatan waktu 48,996 detik.
Medali perak juga menjadi milik Indonesia melalui Anggi Rahmadini dengan catatan waktu 49,116 detik. Sedangkan perunggu direbut atlet asal Singapura, Wei Wei Emily Kwek yang menorehkan waktu 58,396.
Sukses berlanjut di nomor 500 meter putra. Kali ini giliran Stevanus Wihardja yang menyumbang emas bagi Indonesia dengan catatan waktu terbaik 42,054 detik. Medali perak direbut atlet Indonesia lainnya, Zarki Rosa dengan catatan waktu 42,224. Wakil Thailand, Chutiporn Nakarungsu menyabet medali perunggu setelah menorehkan waktu 42,342.
"Kami senang bisa melebihi target emas. Sekarang tinggal dua medali lagi, dan kami ingin sapu bersih medali emas nanti sore," ujar Della usai pertandingan.
Hingga saat ini cabang sepatu roda sukses menyumbang 10 emas dari 12 emas yang diperebutkan. Setelah memastikan juara umum, Indonesia berpeluang sapu bersih emas di cabang ini. Sore nanti akan diperebutkan dua emas terakhir pada nomor 10.000 meter road race.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar